Mandi ihram adalah sunnah, bukan wajib — namun sangat dianjurkan. Dilakukan di rumah atau hotel sebelum mengenakan kain ihram. Niat diucapkan dalam hati saat mulai mandi, boleh juga dilafalkan.
Perempuan yang sedang haid atau nifas tetap boleh mandi ihram walau tidak bisa sholat sunnah ihram.
Dibaca setelah memakai kain ihram, sebelum sholat sunnah ihram 2 rakaat. Rasakan maknanya — kamu melepas pakaian dunia dan mengenakan pakaian yang menyamakan semua hamba di hadapan Allah.
Jika larangan dilanggar karena lupa atau tidak tahu, tidak berdosa dan tidak membatalkan umroh. Namun jika dilanggar dengan sengaja, ada dam (denda) yang wajib dibayar. Konsultasikan dengan ustaz untuk detail hukum dam.
Ushollī sunnatal iḥrāmi rak'ataini lillāhi ta'ālā — "Aku berniat sholat sunnah ihram dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Niat ini diucapkan setelah salam sholat sunnah ihram, kemudian langsung dilanjutkan membaca talbiyah berulang-ulang. Bagi kami, miqat diambil di Masjid Aisha (Masjid Tan'im) — bukan di pesawat, karena kami masuk Mekkah melalui Jeddah.
Dibaca dengan suara keras oleh laki-laki, dan lirih oleh perempuan. Bacalah berulang-ulang — saat naik kendaraan, saat berjalan, saat berbaring — hingga tawaf dimulai. Ini adalah momen di mana kamu menyambut undangan Allah secara resmi.
Masuk dengan kaki kanan terlebih dahulu. Doa ini berlaku untuk semua masjid, termasuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Setelah masuk, langsung duduk sholat sunnah tahiyyatul masjid 2 rakaat sebelum duduk.
- Antara adzan dan iqamah
- Setelah sholat fardhu berjamaah
- Di sepertiga malam terakhir
- Saat hujan turun
- Saat sujud dalam sholat
Menghadap kiblat, minum sambil berdiri (sunnah), dalam 3 tegukan, dan berdoa sesuai hajat masing-masing. Boleh menambahkan doa pribadi sesuai kebutuhan setelah doa di atas.
Jika bisa menyentuh Hajar Aswad: sentuh dan cium. Jika tidak bisa (kondisi ramai): cukup angkat tangan kanan menghadap Hajar Aswad sambil membaca bacaan di atas, lalu turunkan tangan tanpa mencium. Istilam dilakukan di awal setiap putaran.
Tidak ada doa khusus yang berbeda-beda per putaran yang shahih dari sunnah. Yang terpenting adalah terus berzikir dan berdoa dengan bahasa apapun yang terasa di hati. Gunakan bacaan di bawah ini sebagai panduan, atau berdoa bebas sesuai hajat.
Rukun Yamani adalah sudut Ka'bah sebelum Hajar Aswad. Di sinilah sunnah mengusap pojok Ka'bah (bukan menciumnya). Setelah Rukun Yamani, baca doa Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanatan… hingga mencapai Hajar Aswad untuk memulai putaran berikutnya.
Sholat ini dianjurkan di belakang Maqam Ibrahim. Jika terlalu ramai, sholat di tempat manapun di Masjidil Haram tetap sah. Setelah sholat, kembali ke Hajar Aswad untuk istilam sekali lagi sebelum menuju Shafa untuk sa'i.
Zikir di atas Shafa dibaca 3 kali, diselingi doa pribadi. Bacaan ini diulang juga saat tiba di Marwah. Bacaan ini adalah sunnah dari Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan dalam HR. Muslim.
Antara dua pilar/tanda hijau, laki-laki disunnahkan berlari-lari kecil (harwala). Perempuan tetap berjalan biasa. Sambil berlari, perbanyak istighfar atau baca: Rabbighfir warḥam…
Sama seperti di Shafa, bacalah zikir ini 3 kali sambil menghadap kiblat, kemudian tambahkan doa pribadi sebelum berbalik untuk melanjutkan sa'i ke putaran berikutnya.
- Laki-laki: diutamakan mencukur gundul, boleh memendekkan (minimal sepanjang ruas jari)
- Perempuan: memotong rambut minimal sepanjang ruas jari telunjuk, tidak perlu gundul
- Setelah tahalul, semua larangan ihram telah gugur
Bacaan tawaf wada' sama persis dengan tawaf umroh. Perbedaannya hanya pada niat dan kondisi — ini dilakukan saat hendak meninggalkan Mekkah, tanpa didahului sa'i dan tahalul.
Doa masuk Masjid Nabawi diawali dengan sholawat kepada Nabi ﷺ — ini yang membedakannya dari doa masuk masjid biasa. Masuk dengan kaki kanan, sholat sunnah tahiyyatul masjid 2 rakaat sebelum duduk.
① Sholat sunnah tahiyyatul masjid 2 rakaat → ② Duduk dan berdoa dengan sungguh-sungguh → ③ Perbanyak sholawat dan istighfar → ④ Sampaikan hajat dengan hati yang hadir
Berdiri dengan tenang, suara rendah, tidak menangis berlebihan yang mengganggu jamaah lain. Tidak menyentuh atau mencium pagar/dinding makam. Posisi: hadap makam, bukan sholat menghadap makam.
Bangun di sepertiga malam terakhir (sekitar pukul 02.00–03.30 waktu Saudi), lalu sholat 2–8 rakaat, kemudian duduk berdoa sambil menunggu adzan Subuh. Berdoa di tanah haram saat sepertiga malam — ini kombinasi dua waktu mustajab yang tidak akan kamu temukan di tempat lain.
Niat → Takbir 1 (Al-Fatihah) → Takbir 2 (Shalawat) → Takbir 3 (Doa jenazah) → Takbir 4 (Doa penutup) → Salam
Doa bukan hanya kata-kata.
Doa adalah cara hati berbicara kepada Allah
dalam bahasa yang paling jujur.
Semoga umroh kita diterima. Āmīn. 🕋